Menelanjangi Si Mungkijo "Sosok Inspiratif" (edisi berantakan)

Maaf aku menelanjangimu, pada setiap kata-kata yang katamu mereka adalah jembatan dengan peruntukan untuk menyeberangi lintasan rasa diantara kemacetan kata di kepala. Jembatan yang banyak dibutuhkan orang, mungkin juga orang sepertiku. Seorang yang "ingin" mulai menyukai sebuah perjalanan demi mendapatkan harta karun. Jika dalam sebuah anime favorit, tentu itu disebut "one piece". Kumulai dengan langkah kaki panjangku ini yang tentunya telah menghitam karena tertumpah tinta dosa dari waktu-waktu yang telah kulahap habis. Barusan hingga saat mulai dapat terhitung bertambahnya dosa ayah karenaku. Eh, tapi ini denotasi, karena punggung kakiku benar hitam adanya. Tak perlu sebuah pemakluman ketika kujadikan outbound sebagai alasanku, karena ini adalah jatah. Tuhan menjatahiku warna kulit yang tidak putih bersih. Jika aku harus mendaftar sebagai SPG di event PRJ dengan syarat berwajah oriental, mata normalku bisa jadi langsung juling menari-nari. Wajah oriental biasa dimiliki oleh daratan arah timur, seperti Jepang, China dan Korea. Memang tak sedikit wanita Indonesia yang bertipe seperti itu juga, kulit putih ( maksudku kuning langsat karena bukan susu ataupun cat tembok), hidung mungil dan mata segaris kalau senyum. Ah sudah, sudah. Jangan bahas ini lagi ya, ini jauh lebih memberatkan sistem otakku dibandingkan bicara tentang berat badan yang sering jadi momok terbesar banyak wanita.

Masih dalam perjalanan kaki panjangku yang sering membuatku kesulitan mencari sepatu cantik. Seperti pernah ku utarakan, jalan itu beragam jenis. Ada aspal, berbatu, masih tanah liat yang liar mengcover alas kaki jika sedang tidak diterapkan prinsip nyekerman, kadang lurus, kadang berliku, kadang tanjakan dan sering turunan, serta kawan-kawannya. Tapi sungguh aku lupa bahwa ada jembatan. Jembatan penyeberangan. Seperti jembatan favorit tempat bertemunya dirimu dengan Si Anu. Sayang sekali kini kau sudah tahu banyak hal tentang Anu. Jadi, tiris sudah kesempatan munculnya Anu-Anu lain yang mungkin bisa menumpang hidup di kepalamu.

Duh, sebentar sebentar. Rasaku mengapa aku seperti sedang merayumu. Maaf, ini bukan rayuan gombal remaja gembel berbadan gembul. Ini hanya sebuah per-entah-an yang entah munculnya pun dari mana.


Mungkijo, kuperbanyak istighfar ketika harus menyeberangi lintasan rasa diantara kemacetan kata di kepalaku pagi ini. Karena aku hanya bisa tertawa kecil mengingat beberapa piring lelucon yang kau hidangkan secara gratis itu. Hidangan yang kunikmati tanpa permisi.


Maaf aku menelanjangimu yang bukan muhrim, dengan memberikanmu nilai rendah di awal. Karena aku menelanjangimu diantara pertemuan fajar dan subuh yang sedang leluasa karena aktivitasku yang tak bisa jauh dari kasur dan toilet. 😂
Bukan aku yang memaksamu, karena konsumen jarang sekali melakukan sebuah pemaksaan untuk mendapatkan sebuah produk. Meski begitu, mungkijo pun tak pernah menawarkan produknya. Ah tapi aku masih punya pembelaan untuk aktivitas ilegalku ini. Mungkijo memang tak melakukan promosi atau .... hal-hal yang beraroma persuasif, tapi ia telah mempersilakan siapa saja untuk menelanjanginya, termasuk aku. Jadi aku tak harus menghadap Tuhan dengan menggenggam dosa nantinya, ya meskipun tak juga bisa berhiaskan pahala. Karena jika dalam hukum islam, menelanjangimu itu mubah hukumnya, diamalkan atau tidak diamalkan ia tak menimbulkan pahala ataupun dosa. 😂

Dari Kukila, Botchan, Dua Belas Pasang Mata, dan berbagai judul lainnya membawa otak melakukan reformasi dengan menata ulang polanya agar membentuk pola baru yang nantinya akan membuatku menjadi seorang yang beda. Lebih produktif. Tak apa kan, jika produktivitasku diawali dengan mengkonsumsi tulisan-tulisanmu dan karya banyak orang? Kupikir jawabannya tak apa.

Mungkijo, sebenarnya banyak hal yang ingin kubahas, tapi waktu dan kondisi tubuh membatasiku. Nanti akan kuperbaiki lagi tulisan ini. Akan kukupas tentang sosok yang inspiratif sepertimu. Sekali lagi terima kasih Mungkijo yang katamu itu kepanjangan dari "Mungkin Kita Jodoh".

Komentar

Postingan Populer