Seperti Di Beranda
Ku kirim sederet nada berirama sendu
Dua suara dalam sebuah lagu
Sebagai penopang hati yang ragu
Menjauh dari bangunan tua penuh dengan cerita lalu
Yang kian menyeruak ke luar memburu seru
Kata mereka, para penyanyi:
Kini kamarnya teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi
Seperti Di Beranda, Bu
Tak ada lagi baju dan barang tak teratur
Tak ada lagi suara-suara beradu
Tak ada lagi segelas susu di pagi hari yang ku teguk
Tak ada lagi manjaku di setiap hari barumu
Kata mereka, para penyanyi:
Dan jika suatu saat buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan, kemana kakinya kan melangkah
Kalian berdua tahu, dia pasti pulang ke rumah
Seperti Di Beranda, Pak
Pertanyaan tentang arah, tak perlu kau utarakan
Karena jalan yang merekam jejak
Jelas sudah mengerti arah tujuan
Bahwa aku pasti kan pulang ke rumah
*ini kutulis bersama dengan laju kereta yang tak bisa berhenti mendadak, seperti kalian yang mencintaiku secara mendadak ketika kalian tahu bahwa aku akan terlahir dan menjadi buah hati dari pohon yang rindang akan kasih sayang. Jakarta-Purwokerto, kilometer ke sekian.
Dua suara dalam sebuah lagu
Sebagai penopang hati yang ragu
Menjauh dari bangunan tua penuh dengan cerita lalu
Yang kian menyeruak ke luar memburu seru
Kata mereka, para penyanyi:
Kini kamarnya teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi
Seperti Di Beranda, Bu
Tak ada lagi baju dan barang tak teratur
Tak ada lagi suara-suara beradu
Tak ada lagi segelas susu di pagi hari yang ku teguk
Tak ada lagi manjaku di setiap hari barumu
Kata mereka, para penyanyi:
Dan jika suatu saat buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan, kemana kakinya kan melangkah
Kalian berdua tahu, dia pasti pulang ke rumah
Seperti Di Beranda, Pak
Pertanyaan tentang arah, tak perlu kau utarakan
Karena jalan yang merekam jejak
Jelas sudah mengerti arah tujuan
Bahwa aku pasti kan pulang ke rumah
*ini kutulis bersama dengan laju kereta yang tak bisa berhenti mendadak, seperti kalian yang mencintaiku secara mendadak ketika kalian tahu bahwa aku akan terlahir dan menjadi buah hati dari pohon yang rindang akan kasih sayang. Jakarta-Purwokerto, kilometer ke sekian.
Komentar
Posting Komentar