Muleh
Muleh
Jika mati sudah
jiwa dalam raga,
Maka kuburlah saja
ragamu
Pada tanah yang
rela menerima bangkai sepertimu
Kau sudah mati,
tak butuh lagi pemberian hati
Tapi…
Jika masih ada
detak terasa dalam raga
Kemarilah
Biar ku rawat detaknya
yang tak teratur
Biar ku jaga
panjang rambut-rambut tubuhmu
Kelak, ketika dia
mulai memutih akan ku warnakan abu-abu
Agar ada pembeda
Yang membuat satu
itu tetap kau
Jangan berlama-lama
kita asik menjelajah
Sedang rungsek,
lelah, dan kabur merajai
Jangan terbuai
jiwa yang semu
Yang tak akan
pernah menjadi rumah
Muleh….
Ketika kau
berjalan maju
Tapi tetap aku
yang kau jumpai
Muleh….
Ketika ada
persimpangan jalan
Tapi selalu ada
aku diantara arah kompasmu
Muleh….
ada sebuah penantian yang kan usai hanya karena kehadiranmu
Komentar
Posting Komentar