Loja de Cafe

Senin, 6 Maret 2017 / 17:02 WIB




Namanya adalah Loja de Cafe. Letaknya berada di Jalan H.R Boenyamin. Jika kau datang dari arah lampu merah Lapangan Gelempang, cukup +- 100 meter lagi ke arah utara kau akan menemukannya. Tengoklah sebelah kiri untuk mencarinya. Tempatnya kecil tak besar, tanpa parkiran selain trotoar jalan dan punggung jalan sebagai penggantinya yang padat ditenggeri berjejer-jejer motor juga mobil. Ia ada untuk menjadi tempatmu duduk, menikmati ragam makanan dan minuman dengan gayanya yang cukup artistik dan murah tapi tidak murahan, ia banyak memikat orang untuk mendatanginya.

Ciri-ciri lainnya?

Jika kau tanyakan ciri-ciri lainnya, ia tak bisa selalu dicirikan dari outer yang digunakan, ah maksudku cat yang digunakannya. Karena seperti kita, dia sering berganti outer meskipun tak sesering kita. Cukup kau ingat ia mencantumkan namanya di bagian depan yang dapat kau baca sembari laju kendaraan ataupun kakimu mencarinya. Loja de Cafe, sekali lagi kuingatkan namanya. Ia memiliki 4 bagian ruang yang dapat kau singgahi sembari waktu berayun-ayun di sana. Bagian depan, dalam, belakang dan atas. Kalau aku lebih suka memilih bagian belakang atau atas untuk meminimalisir kebul asap yang mengganggu pernafasan.

Artinya?

Kau penasaran dengan artinya? Tentu dia pun punya arti dari namanya tersebut. Tapi aku tak tahu arti namanya bagi owner yang memberikannya nama tersebut hingga dia tersohor di kalangan pelajar, muda-mudi, karyawan, khususnya mahasiswa di sekitar.

Arti namanya bagi para pegawai yang bekerja di sana?

Kalau itu aku dapat menerka sedikit, mungkin akan menyerempet. Arti nama Loja de Cafe bagi para pegawainya adalah sebuah tempat yang memberikannya penghasilan setelah mereka melakukan sebuah pekerjaan.

Jenis pekerjaannya?

Standard, hampir sama dengan para pegawai cafe pada umumnya. Ada waitress, cashiers, dan chef yang mengolah imajinasi dan rasa yang mereka miliki lalu menuangkannya ke dalam bentuk sajian-sajian penjinak perut dan lidah.

Harganya?

Sudah ku katakan di awal, bahwa harganya murah, tapi tidak murahan. Karena kurasakan ada cita rasa yang cukup bersahabat dengan lidah dalam tiap sajiannya yang kurasakan.



Lalu bagiku apa arti dari namanya?

Bagiku, Loja de Cafe adalah sebuah tempat dimana seorang pria meninggalkanku dalam hitungan jam puluhan menit lalu. Membiarkan hujan menambah kesenduan hatiku yang mulai menyiapkan lapisan baja pertahanan agar rindu tak menembus sekeping hati yang bersemayam dalam ragaku. Sebuah tempat yang menjadi saksi seorang gadis duduk sendirian menghabiskan satu porsi nasi sarden telur, segelas tinggi orange choco frappe dan green tea frappe. Kupandangi sekitar karena ada celah di pusat dari cafe bagian belakang ini untuk melihat langit. Ada jam klasik yang menggantung dindekat tangga putih, ada kotak pos kayu di sudut kiri yang tak pernah menerima surat. Berdiri manis dikelilingi bunga dan tanaman hijau yang bergantung dan mengitari sekelilingnya. Kubiarkan pikiranku menjelajah pada dunia tanpa batas yang mampu tercipta didalamnya, sambil kunikmati slurupp demi slurupp minumanku secara bergantian. Tapi, yang kudapati adalah tatapan aneh dari mereka yang duduk berkawan dengan kawannya. Mungkin mereka tak melihat kawanku, kesenduan ini adalah kawanku saat ini. Mereka tak melihatnya.






Loja de Cafe, arti namamu adalah saksi perpisahan (yang semoga sementara), sekaligus start untukku menambah kekentalan coklat motivasiku.





Ah loja, padahal beberapa waktu lalu kubayangkan sebuah pernikahanku kelak seperti konsepmu ini. Artistik. Tapi kini yang kurasakan adalah artissick. Senimu menjadi saksi saat aku ditinggalkan kepingan hati yang selama ini cukup melengkapiku. Tak apa, biarkan dia terbang seperti kupu-kupu yang terbang kemanapun dia suka, hinggap pada setiap pemberhentian yang disukainya ketika ia merasa lelah, tetapi dimasa depan ia akan pulang dan menetap pada sebuah rumah yang merupakan sebuah hati penuh penerimaan ini. Dan semoga dia akan menatap ke arah rumah keabadian bersamaku kelak.

Ia adalah seorang yang kusebut kekasih, yang kini harus berpindah ke kota lain dan memulai fase kehidupan baru di dunia yang belum kukenal. Terima kasih Loja de Cafe yang memberikanku iringan musik sebagai vitamin yang membantu menjaga daya tahan hatiku. Sekarang saatnya kakiku pun berpindah tempat untuk melangkah cepat agar aku pun bisa segera terbang mengelilingi dunia yang belum pernah kukenali sebelumnya.

Tulisan ini untuk #1minggu1cerita yang menyaratkan tema tentang "arti sebuah nama". Tepat sekali aku sedang duduk sendiri dan ditemani ponselku. Selanjutnya dua jemariku berlarian di keyboard ponselku. Menuliskan sebuah cerita yang di masa depan nanti aku mungkin akan malu ketika membacanya lagi.









Komentar

Postingan Populer