Surat Untuk Suamiku








Jika semakin hari kinerja komponen dalam otakku yang berfungsi untuk merekam memori semakin menurun, kemudian aku lupa berbagai hal tentang kita, tolong maafkan aku. Ternyata tak melulu itu disebabkan karena otakku yang menyaring mana hal yang kuijinkan untuk bersemayam di memoriku dan mana yang tidak. Melainkan karena Hippocampus dan entarhanol cortex yang semakin lemah dalam melaksanakan tugas merekam memori di otakku, sayang.

Hippocampus dan entarhanol cortex ternyata mulai lelah dalam menjalankan tugas mereka. Tak hanya dalam melaksanakan tugas merekam memori, mereka pun lelah bertugas dalam hal navigasi. Jadi, jika suatu saat nanti aku ingin memberikanmu birthday surprise dengan membeli kue di toko roti favorit kita, tapi kemudian kau malah mendapat telpon dariku untuk menjemput di tempat dimana aku tersasar, tolong maafkan aku. Bukan aku melupakan jalan menuju tempat-tempat favorit yang mengkristalkan kenangan kita di dalamnya, tapi ketidakmampuanku membangkitkan semangat untuk kedua komponen itu berfungsi dengan baik lagi lah yang menghadirkan kondisi seperti itu.

Satu hal yang menjadi harapanku, jika komponen-komponen dalam otakku sudah tak dapat bekerja maksimal lagi, bahkan kehilangan fungsinya, semoga hatiku dapat menuntunnya pada ingatan-ingatan yang penting untuk kuingat. Seperti tentang seorang yang mendampingiku, menghalalkanku untuk dijadikan bagian dari tanggung jawabnya di dunia juga di akhirat sekalipun kita tak sedarah, seseorang yang menyayangiku dengan ketulusan hatinya, seseorang yang memiliki deskripsi panjang dariku. Ya, karena aku tak bisa berhenti pada sebuah titik dalam mendeskripsikan dirimu.

Mungkin kini keadaanku sudah tak sebaik dulu, kau pasti paham itu. Sekalipun kepura-puraan bahwa semuanya baik-baik saja selalu kau hadirkan dengan peran terbaikmu, kita sama-sama mengerti tentang kondisi kita saat ini.

Ini bukan tentang salah satu gejala dari Alzheimer, ini tidak semenyeramkan itu karena kisah kita bukanlah seperti film horor, melainkan seperti kisah-kisah yang dihadirkan disney (semoga). Goal-nya adalah happy ending, ya sayang. Ini hanya tentang keadaan dimana aku mulai menjadi seorang pelupa.

Dulu, sewaktu aku belum bertemu denganmu, aku selalu menjadi pengemis yang mengemis akan seorang lelaki yang berakhlak baik, sholeh, setia, mencintai dan menyayangiku dengan tulus tanpa lelah dan menjadi sumber kebahagiaanku. Tentunya aku mengemis pada Yang Maha Menciptakan dan Maha Memberi. Kini, kehadiranmu nyaris seperti yang dulu kupinta pada-Nya. Aku bahagi, sangat bahagia. Tapi ada satu yang sedikit kusesalkan atas permintaanku itu. Seperti halnya ada bayangan gelap di belakang diri yang tersorot sinar matahari, seperti itulah kesedihan dibalik bahagiaku karena didampingi olehmu yang begitu menerimaku dengan tulus. Melihatmu menerimaku, menyayangiku tanpa lelah dan terus menghadirkan buah-buah kasih yang bisa kunikmati dengan manisnya, membuat pahit pula ternyata di hati.

Maafkan aku yang dulu  lupa untuk mengemis kebahagiaan untukmu. Keegoisanku yang meminta kebahagiaan untuk diriku sendiri ternyata berbuah pahit.


.......................................................

Mulai sekarang, aku akan meralat permintaanku pada-Nya. Aku tak lagi meminta kebaikan dan kebahagiaan untukku, tapi juga untukmu dan untuk keturunan kita nantinya. Karena mendapati bayangan akan masa depan seperti di atas membuat pilu rasanya. Aku tak ingin merasakan bahagia seorang diri, aku pun inginkan kebahagiaan untuk dirimu, anak-anak kita, keluarga besar kita, ah semua orang rasanya. Kau tau mengapa? Karena sekarang aku masih bisa meralat permintaanku, karena sekarang kau dan aku belum diizinkan untuk duduk di hadapan penghulu. Jika sekarang kau membaca ini, semoga sekarang pun kau sedang dalam kebahagiaan. Bersabarlah dalam penantian yang tak sepanjang rel kereta api ini, aku sedang dalam perjalanan memperbaiki diri untukmu, calon suamiku.




Komentar

  1. masyaAllah :') jadi inget pernah bikin surat cinta untuk suami karena NHW di IIP :D jangan2 sama ya? hehe..
    semoga segera dipertemukan dengan sang calon suami dan surat ini pun bisa dibaca oleh beliau ;) Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh, untuk suamii #langsungngandaingandai haha. Bukan kok kak hehe. Amiin yaa Rabbal'alamin. Makasih kak 😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer